Keadaan Geografis dan Demografis di Jazirah Arab
A. Keadaan Geografis dan Demografis
Biasanya, penulisan sejarah dan kebudayaan Muslim periode klasik (abad ke-7 M - abad ke-13 M) di awali dengan uraian tentang sejarah bangsa Arab pra Islam. Hal ini memang terasa relevan, mengingat agama Islam hadir dan berkembang pada mulanya di Arabia dan orang-orang Arab itulah yang pertama kali mengenal, menerima, dan menganut agama Islam. Adalah fakta sejarah bahwa agama Islam di turunkan di Jazirah Arab. Oleh karena itu, sudah barang tentu orang Arablah yang pertama kali mendengar, mengenal, menerima, menghayati, mempercayai, dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan mereka.
Menyadari pentingnya fakta historis di atas, di rasa perlu untuk mengetahui perjalanan sejarah dan keadaan masyarakat Arab pada masa pra Islam itu.
Tahapan sejarah perkembangan masyarakat Arab dalam kenyataannya tidak dapat di lepaskan dari sejarah kebangkitan dan perkembangan agama Islam itu sendiri.
Keadaan Geografis
Ahli sejarah menamakan Jazirah Arab shibhul jazirah yang berarti semenanjung. Jazirah Arab berbentuk 4 persegi panjang yang sisinya tidak sejajar. Jazirah ini terletak di sebelah barat daya benua Asia dengan luas kurang lebih 1.200.000 mil persegi atau 3.000.000 kilometer persegi. Batas-batas Jazirah Arab:
Paling tidak, ada 2 alasan mengapa kedua imperium raksasa itu tidak berambisi untuk menaklukan Jazirah Arabia:
Biasanya, penulisan sejarah dan kebudayaan Muslim periode klasik (abad ke-7 M - abad ke-13 M) di awali dengan uraian tentang sejarah bangsa Arab pra Islam. Hal ini memang terasa relevan, mengingat agama Islam hadir dan berkembang pada mulanya di Arabia dan orang-orang Arab itulah yang pertama kali mengenal, menerima, dan menganut agama Islam. Adalah fakta sejarah bahwa agama Islam di turunkan di Jazirah Arab. Oleh karena itu, sudah barang tentu orang Arablah yang pertama kali mendengar, mengenal, menerima, menghayati, mempercayai, dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan mereka.
Menyadari pentingnya fakta historis di atas, di rasa perlu untuk mengetahui perjalanan sejarah dan keadaan masyarakat Arab pada masa pra Islam itu.
Tahapan sejarah perkembangan masyarakat Arab dalam kenyataannya tidak dapat di lepaskan dari sejarah kebangkitan dan perkembangan agama Islam itu sendiri.
Keadaan Geografis
Ahli sejarah menamakan Jazirah Arab shibhul jazirah yang berarti semenanjung. Jazirah Arab berbentuk 4 persegi panjang yang sisinya tidak sejajar. Jazirah ini terletak di sebelah barat daya benua Asia dengan luas kurang lebih 1.200.000 mil persegi atau 3.000.000 kilometer persegi. Batas-batas Jazirah Arab:
- Di sebelah selatan, jazirah ini berbatasan dengan lautan Hindia.
- Di sebelah timur, berbatasan dengan teluk Persia.
- Di sebelah utara, berbatasan dengan gurun Irak dan gurun Syria.
- Di sebelah barat, berbatasan dengan Laut Merah.
- Hijaz, kotanya yang paling besar adalah Mekkah, Madinah, dan Thaif.
- Yaman, daerah ini terletak di bagian selatan, kotanya yang terkenal adalah San'a yang merupakan ibu kota Yaman pada masa pra Islam.
- Najed, daerah ini terletak di bagian tengah jazirah Arab.
- Tihamah, wilayah ini terletak antara Hijaz dan Yaman.
- Yamamah, kawasan ini terletak antara Yaman dan Najed.
Paling tidak, ada 2 alasan mengapa kedua imperium raksasa itu tidak berambisi untuk menaklukan Jazirah Arabia:
- Di pandang dari segi kepentingan ekonomi dan bisnis, daerah ini sangat tidak menguntungkan. Jazirah Arab adalah tanah miskin, tandus, dan gersang yang tidak memberikan keuntungan dari segi ekonomi dan bisnis.
- Karena kawasan ini di pandang dari sudut kepentingan geopolitik dan strategi militer merupakan daerah berat dan banyak mengandung resiko bagi pasukan yang hendak bertahan di sana.
Komentar
Posting Komentar